Monday, February 27, 2017

Pengertian,Jenis motif dan Teknik pembuatan

Pengertian motif ragam hias
 Ragam hias di Indonesia sangat kaya dan memiliki banyak ragam. Ragam hias melambangkan makna bagi tertentu bagi masyarakat pemakainya. Ragam hias biasanya digunakan pada bangunan rumah, pusaka, perhiasan, pakaian, peralatan rumah tangga, serta alat-alat untuk keperluan adat dan upacara. Ragam hias memiliki makna dan fungsi yang berbeda dan memiliki arti simbolik seperti, dapat menangkal roh-roh jahat, memberikan keberkahan, dan sebagai simbol pangkat atau kedudukan dalam masyarakat. Namun saat ini ragam hias tersebut berfungsi sebagai hiasan saja.
  Motif ragam hias dua dimensi dapat diterapkan pada benda kerajinan anyaman, ukiran maupun bagian dari sisi bangunan rumah tradisional. Pada ragam hias yang bersifat tiga dimensi dijumpai pada barang-barang rumah tangga dan kerajinan tangan. Ragam hias ini muncul dalam bentuk dasar yang sama seperti bentuk flora, fauna, manusia dan bentuk geometris. Proses pembuatan ragam hias ini dapat dilakukan dengan cara memahat, menganyam, dan pengecatan. Bahan-bahan yang digunakan dapat berupa kayu, batu, bambu, rotan, mendong atau pandan. 
A. Jenis motif ragam hias
  1. Ragam hias flora. Bentuk ragam hias flora dapat dijumpai pada sebagian besar daerah di Nusantara. Jenis motif ragam hias flora merupakan pengembangan dari bentuk aslinya yang diwujudkan dalam bentuksulur- suluran.
  2. Ragam hias fauna. Bentuk ragam hias fauna pada umumnya mengalami perubahan bentuk atau gaya. Motif ragam hias fauna diambil dari jenis yang ada di daerah setempat sebagai ciri khasnya. Beberapa jenis fauna tersebut antara lain kupu-kupu, burung, gajah, kadal, dan ikan.
  3. Ragam hias figuratif (manusia). Bentuk ragam hias figuratif pada umumnya sudah mengalami perubahan bentuk yang digayakan. Karakter dari bentuknya disesuaikan dengan tema dan tujuan tertentu seperti untuk mendapatkan keselamatan, kekuatan, dan keberkahan.
  4. Ragam hias geometris. Bentuk ragam hias geometris merupakan pengembangan bentuk dasar-dasar geometris seperti lingkaran, segi tiga, segi empat, segi lima, belah ketupat dan bentuk bebas. Motif bentuk geometris dapat di buat dengan cara menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias.
B. Teknik-teknik pembuatan 
1. Teknik Patri
  Pematrian adalah suatu metode penyambungan bahan logam dibawah pengaruh panas dengan pertolongan bahan tambah logam atau campuran logam. Bahan tambah (biasa disebut patri) merupakan bahan logam atau campuran logam yang mudah melebur karena mempunyai titik lebur dibawah titik lebur bahan logam yang akan di sambungkan.
  Pematrian banyak digunakan pada sambungan konstruksi yang baik untuk dipatri, namun tidak dapat di las. Pematrian dapat di pertimbangkan untuk di terapkan pada kondisi-kondisi di bawah ini :
a. Sebagai pengganti pengelasan pada konstruksi bahan yang peka terhadap suhu pengelasan yang tinggi, yang dapat mengakibatkan kerugian (mengubah struktur bahan, menyebabkan pengerutan, pengoyakan, retak ataupun pecah).
b. Untuk menyambung logam yang titik leburnya sangat berbeda, misalnya baja dan kuningan, tembaga, logam keras.
c. Untuk menyambung benda kerja yang sangat kecil, sangat tipis atau bentuknya istimewa dan tebalnya sangat berbeda.
d. Untuk pekerjaan perbaikan bagian yang sangat peka terhadap panas, misalnya perkakas.
e. Untuk pengedapan (sambungan wadah, retak-retak, dan lain-lain). 

2. Teknik Cetak
  Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, dikenal lah teknik pengolahan perunggu, misalnya :
    1. Gendering perunggu
    2. Kapak
    3. Bejana
    4. Perhiasan
Teknik cetak dapat di bagi menjadi 2 yakni :
a. Teknik Tuang Berulang
  Teknik ini menggunakan 2 keping cetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan. Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana, baik bentuk maupun hiasan nya.
b. Teknik Tuang Sekali Pakai
  Teknik ini digunakan membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasan nya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu.
  Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat, selanjutnya dilapisi dengan lilin, lalu ditutupi lagi dengan tanah liat
  Kemudian dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terbentuklah rongga. Dari rongga ini perunggu dapat dituang ke dalamnya. Setelah dingin, cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga di peroleh benda perunggu yang di inginkan.
3. Teknik Grafir
  Teknik grafir adalah teknik mengikis sebagian permukaan material dengan pola tertentu, Teknik grafir ini biasa digunakan untuk berbagai produk, seperti mulai dari :
  1. Trofi.
  2. Aksesori.
  3. Perhiasan dan hingga.
  4. Alat tulis. 
Teknik grafir atau engraving secara umum dibagi menjadi 2 model yaitu sebagai berikut : 
a. Vector Engraving
  Vector engraving adalah proses menggores garis dengan menggunakan laser untuk menghasilkan pola garis
b. Raster Engraving
  Raster engraving adalah proses raster yang akan menghasilkan gambar dengan gradasi, ketajaman gambar bervariasi tergantung pada material yang di gunakan, yaitu 45 dpi–1.200 dpi.
4.Teknik Etsa
  Teknik etsa adalah teknik cetak yang menggunakan media cetak berupa lempengan tembaga. Untuk pembuatan klise acuan dilakukan dengan penggunaan larutan asam nitrat yang bersifat korosif terhadap tembaga. Jika dibandingkan dengan engraving, etsa memiliki kelebihan tersendiri. 
  Dalam teknik engraving diperlukan keterampilan khusus pertukangan logam, sedangkan etsa relatif mudah untuk dipelajari terutama bagi para seniman yang telah terbiasa dalam menggambar. Hasil cetakan etsa umumnya bersifat linear dan seringkali memiliki kontur yang halus. 
  Teknik etsa adalah cara untuk membuang atau mengikis bagian yang harus direndahkan dengan bahan kimia tertentu. Bahan yang dapat digunakan untuk membuat negatif cetak dalam dengan teknik etsa adalah berbagai jenis logam seperti diantaranya yakni sebagai berikut : 
  1. Pelat tembaga
  2. Kuningan
  3. Aluminium dan
  4. Seng 
5.Teknik Bubut
  Bubut adalah suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatan nya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara transisi sejajar dengan sumbu putar dai benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut dengan gerak potong relatif dan gerakan translasi dari pahat disebut dengan umpan. 
  Pengaturan perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat akan menghasilkan berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
6.Teknik Las
  Pengelasan adalah teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinu. Prosedur pengelasan tampak sangat sederhana, namun yang sebenarnya juga harus memerlukan keahlian khusus. Oleh karena itu didalam pengelasan, pengetahuan atau wawasan harus turut serta mendampingi praktik. 
7.Teknik Ukir
  Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang di ukir. Awalnya, seni ukir ini digunakan untuk membuat perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda itu diberi ukiran bermotif geometris seperti:
    1. Tumpal.
    2. lingkaran.
    3. Garis.
   4. Swastika.
    5. Zig-zag.
    6. Segitiga.
Umumnya ukiran tersebut digunakan sebagai hiasan dan mengandung makna simbolis dan religius. Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain sebagai berikut : 
    1. Ukiran tembus (krawangan).
    2. Ukiran rendah.
    3. Ukiran tinggi (timbul).
    4. Ukiran utuh.
   


Monday, January 16, 2017

KOMPONEN LAPTOP

KOMPONEN-KOMPONEN LAPTOP DAN FUNGSINYA



 Laptop mempunyai perangkat dan komponen yang hampir sama dengan komputer, akan tetapi komponen pada perangkat laptop mempunyai ukuran lebih kecil dibandingkan dengan perangkat yang dimiliki oleh komputer.


1.Chasing
  Chasing pada laptop berfungsi untuk melindungi perangkat keras yang ada didalam laptop.
2.Motherboard
  Motherboard atau Mainboard merupakan sebuah komponen utama pada laptop yang berfungsi untuk memasangkan perangkat dan peripheral utama seperti prosessor, chipset, soundcard, VGA Card, dan perangkat lain untuk mendukung kinerja laptop.
3.LCD
LCD merupakan perangkat yang berfungsi untuk menampilkan hasil proses dari komputer berupa gambar maupun text. LCD adalah pengganti dari layar monitor pada komputer.


4. Processor
Processor merupakan perangkat yang berfungsi sebagai otak dari laptop. Semua aktifitas dan proses akan melalui prosessor sebelum ditampilkan atau dikeluarkan pada perangkat output.


5. Keyboard
Keyboard merupakan perangkat input yang berfungsi untuk memasukan data berupa angka, huruf dan symbol. Keyboard pada laptop dikemas seminimal mungkin sehingga kelihatan lebih rapi dan efisien.


6. TouchPad
TouchPad merupakan perangkat input pada laptop yang berfungsi untuk menggerakan pointer pada layar LCD/monitor, Touchpad ini menggantikan peran mouse pada komputer akan tetapi touchpad menggunakan sentuhan untuk menggerakkanya.


7. RAM (Random Access Memory)
RAM (Random Access Memory) merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk menyimpan data sementara sebelum disimpan secara permanen pada media penyimpanan lainnya. Besarnya RAM akan mempengaruhi kecepatan proses dari laptop tersebut.


8. Harddisk
Harddisk merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk menyimpan data secara permanen, Data yanga disimpan pada harddisk tidak akan hilang jika kita tidak menghapusnya. Besarnya kapasitas dari harddisk biasanya mempunyai ukuran Giga. Contoh ukuran kapasitas harddisk 160 GB, 250 GB, 320 GB, dan 500 GB
9. DVD
DVD merupakan sebuah perangkat peripheral yang berfungsi untuk membaca data dari CD, selain itu DVD juga dapat melakukan burning pada CD untuk menyimpan data pada kepingan CD.

10. Lan Card
Wireless Card merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk media perantara tanpa menggunakan kabel. Fungsi utama dari perangkat ini adalah untuk menangkap sinyal wifi dari Access Point atau perangkat lain tanpa menggunakan kabel.

11. Kipas
Kipas pada laptop berfungsi untuk mendinginkan perangkat laptop terutama Prosessor

12. Baterai
Baterai pada laptop berfungsi untuk menyimpan daya dan mensuplai daya pada perangkat laptop. Baterai pada laptop umumnya mempunyai kemampuan untuk dapat bertahan sampai 8 jam.

Thursday, January 12, 2017

Sejarah desa Sidaraja, Ciawigebang Kuningan

 SIDARAJA, CIAWIGEBANG, KUNINGAN

Sidaraja adalah desa di kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Jawa barat, Indonesia. Desa ini dipimpin oleh seorang kepala desa yang di pilih secara demokratis oleh masyarakat yang memiliki periode masa kepemimpinan. di bantu oleh 12 Orang Perangkat Desa, yang terdiri dari 1 Orang Sekertaris Desa, 2 Orang Kaur, 1 Bendahara Desa, 3 Orang Kasi dan 5 Orang Kepala Dusun.

 Desa Sidaraja merupakan jenis desa swadaya yang berada di dataran rendah, dengan ketinggian+218 Meter DPL (Diatas Permukaan Laut), sebagian besar wilayah desa adalah Pemukiman Penduduk, lahan pertanian/sawah/tegalan dengan permukaan tanah datar, dimana berbatasan langsung dengan desa didalam Kecamatan Ciawigebang diantarannya sebelah Timur berbatasan dengan Desa PajawanLor, Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Manggari, Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ciomas, serta Sebelah Utaranya berbatasan dengan Desa Kapandayan dan Desa Ciputat. Desa Sidaraja memiliki total luas wilayah 185,47 Ha.

SEJARAH DESA SIDARAJA 

 Sejarah tentang Desa Sdaraja sebetulnya tidak ada bukti otentik yang melatar belakangi nama ataupun pembentukan desa Sidaraja sendiri, namun dari beberapa sumber yang telah dikumpulkan baik dari internet maupun Informasi dari mulut ke mulut, Sidaraja adalah sebuah wilayah desa yang termasuk tua / kolot di Kabupaten Kuningan.
 Sidaraja terdiri dari dua suku kata “sida” yang berarti “Menjadi” dan “Raja” yang berarti “Raja” namun ada  yang berpendapat nama sidaraja berasal dari kata “Seda” yang berarti anak dan “Raja” yang berarti Raja. jadi ada dua pendapat tentang nama Desa Sidaraja, Pendapat Pertama mengatakan Sidaraja berarti “Menjadi Raja” dan Pendapat Kedua mengatakan Sidaraja berarti “Anak Raja”.

Pada tahun 1935. karena wilayah Sidaraja yang terlalu luas akhirnya masyarakat memutuskan untuk memisahkan diri. Pemekaran Desa Sidaraja tersebut adalah Desa Kapandayan. Asal mula nama Kapandayan berasal dari pekerjaan penduduk desa kapandayan yang mayoritas masyarkatnya bekerja sebagai  tukang / pembuat perkakas rumah tangga (tukang pandai). Dari situlah asal mula munculnya nama kapandayan. Sebelum menjadi desa Kapandayan, dahulu sebenarnya wilayah kapandayan menyatu dengan desa Sidaraja. Desa kapandayan memiliki luas + 67,22 Ha dan Kapandayan kini adalah batas desa sebelah Utara dari desa Sidaraja

NAMA-NAMA KEPEMIMPINAN DESA SIDARAJA

NO

PERIODE NAMA KEPALA DESA
1 1881-1897 APONG
2 1900-1917 ASNAP
3 1920-1944 TJAKRA ASPIJAN
4 1944-1952 SUBAGDJA
5 1952-1957 SUMA ATMADJA
6 1959-1969 SUMANTRA DIRAKSA
7 1969-1981 SUPARTA
8 1983-1987 EMON ABDURAHMAN
9 1989-1997 MUHAMMAD
10 1998-2007 SAHIDI
11 2008-2013 H. AI ARIPUDIN
12 2014 S/D sekarang               TJASTA



Contoh surat lamaran pekerjaan

Daerah, 16 November 2017 Kepada YTH. Kepala HRD PT..................... Di Tempat/alamat PT yang di tuju Perihal : Lamaran ...